Effendy Asmawi Alhajj

Jumat, 23 Maret 2012

RAMADHAN BULAN PENDIDIKAN


Ramadhan Bulan Pendidikan

Ramadhan adalah bulan pendidikan, bulan diklat dalam memberikan latihan sekaligus tempaan agar digambleng menjadi insan pilihan “muttaqin” dengan silabus al-Qur’an dan tuntunan sunnah Rasul saw.
Ramadhan bulan pendidikan yang nyata dan sejati dan bukan  pendidikan fantasi. Dia bukan sekedar pendidikan yang ingin mencetak peserta didik menjadi “entertainer” tapi menjadikan artis kehidupan dunia-akhirat.
Dia bukan sekedar pendidikan biasa yang ingin mengantarkan peserta didiknya untuk menuju “puncak impian di hati” menggapai bintang tapi ingin mengantarkan peserta didiknya menuju “puncak takwa yang sejati” menggapai syurga.


Dan Ramadhan merupakan bulan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didiknya untuk menggapai puncak secara adil (fair) dan cerdas (smart) karena seseorang tidak akan tereliminasi hanya karena  hasil polling atau hanya karena orang lain “tidk ngefans” meskipun sesungguhnya boleh jadi dia berbakat.
Dalam pendidikan ini seseorang tereliminasi senata-mata karena dirinya sendiri, karena pada bulan ini Allah menutup pintu neraka dan membelenggu setan-setan. Maka tereliminasilah mereka yang telah melewati Ramadhan tetapi syurga justru tertutup baginya, dikarenakan dia telah pandai menciptakan setan-setan bagi dirinya sendiri di bulan Ramadhan. Sehingga tidak ada yang dia dapat di dalam bulan Ramadhan tersebut kecuali haus dan lapar belaka. Na’uzdubillah min zdalik !
Jika pada pendidikan ini setiap orang berjuang sungguh-sungguh, untuk mengalahkan dirinya sendiri untuk mendapatkan berkah, rahmah dan maghfirah menuju “the excellent quality” yakni kehidupan yang semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
Kita diundang oleh Allah sebulan penuh dengan berbagai silabus dan juknis yang jelas, kepada semua kita yang mengaku beriman kepada-Nya.


Semua kita diberikan latihan imsak / menahan diri, dimulai dari makan dan minum serta larangan yang lainnya, juga dilatih “hafidzil lisan” memelihara lidah kita, mata kita dan anggota badan yang lain sehingga kita terbiasa untuk menebarkan dan menyemai kabaikan kepada semua insan (hablum minannas) demikian juga terhadap Allah SWT (hablum minallah).
Ramadhan dan pendidikan yang dikenal dengan istilah “tabiyah” mengandung makna : ziyadah (penambahan), nas’ah (pertumbuhan), ri’ayah (pemeliharaan) dan muhafazdah (penjagaan).
Secara difinitif, tarbiyah berarti  menumbuhkan dan membentuk manusia seutuhnya yang meliputi kesehatan, akal, keyakinan, kerohanian, jasmani, akhlak, perasaan, kemauan dan daya ciptanya.
Demikian komprehensipnya pendidikan yang dikandung ramadhan, memberikan warna sekaligus gambaran yang merupakan ciri-ciri khas insan muttaqin yang merupakan pendidikan tertinggi bagi seorang muslim.
Korelitas pendidikan dan ramadhan, sungguh luar biasa dimulai dengan belajar imsak/menahan diri, menahan ego, menahan berbagai macam kehendak ketamakan dan berbagai sifat-sifat distruktif menjadi pribadi yang unggul, pribadi yang penuh dengan kesederhanaan dan selalu membangun sifat konstruktif dengan selalu bersemboyan “ fastabiqulkhairat” / berlomba-lomba dalam kebaikan.
Dengan berbagai ganjaran/ insentif yang berlipat ganda Allah berikan kepada hambanya yang dapat merubah dirinya / menerima pendidikan ramadhan dengan sabar dan ikhlas maka ia akan mendapat syahadah/ diploma sebagai manifestasi imany kita kepada-Nya.
Inilah pendidikan ramadhan dengan jadual yang begitu padat, hampir-hampir kita kewalahan menghadapinya, mulai sahur hingga berbuka, membentang dari A sampai Z menjadikan kita insan pilihan – MUTTAQIN – insya Allah.
Sebulan penuh kita ditarining dengan penuh hikmah, mulai belajar menahan lapar dan haus, belajar menjaga lisan agar terpelihara dari pembicaraan yang tidak bermanfaat, demikian juga belajar memelihara mata, agar lapar kita tidak sia-sia.

Agar kita terbiasa, sehingga akan keluar menjadi insan yang sabar, ikhlas dan peduli terhadap sesama, selalu ingin berbuat yang terbaik dalam menebarkan kebajikan dan itu adalah hasil dari didikan ramadhan.
Demikian juga kita dididik untuk dapat mengendalikan emosi kita untuk tidak marah (ghadab), tidak iri (hasad), tidak membicarakan kejelekan orang lain (ghibah), tidak menebarkan isu (fitnah), tidak mengadu domba (namimah), juga tidak menjadi manusia pelit (bakhil) dan lain sebagainya yang sudah dirancang khusus dalam silabus ramadhan sebagai pencerahan kita sebulan penuh dan apabila berhasil kita akan keluar menjadi FITHRI / suci – bersih yang a-idin dan berhak merayakan IDUL FITHRI sebagai tanda keberhasilan pendidikan ramadhan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guest Book